✔ Mengelola Acara Ekstrakurikuler Di Sekolah
A. Konsep dan Tujuan
Kegiatan Ekstrakurikuler yaitu kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan. (Permendikbud No. 62 Tahun 2014).
Tujuan kegiatan ekstrakurikuler dilakukan untuk berbagi potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian akseptor didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional. Melalui kegiatan ekstrakurikuler akan terbangun nilai abjad akseptor didik spiritualitas, nasionalis, gotong royong, kemandirian dan integritas
Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas kegiatan ekstrakurikuler wajib dan pilihan. Kegiatan ekstrakurikuler wajib merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan wajib diikuti oleh seluruh akseptor didik, berbentuk pendidikan kepramukaan. Kegiatan ekstrakurikuler pilihan sebagaimana merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang dikembangkan dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan sesuai talenta dan minat akseptor didik, sanggup berbentuk latihan olah talenta dan latihan olah minat. Dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sekolah sanggup melakukan dengan dua pendekatan yaitu individual dimana kegiatan ekstrakurikuler diikuti oleh akseptor didik secara perorangan. Pendekatan kelompok dimana kegiatan ekstrakurikuler diikuti oleh akseptor didik secaraberkelompok misalnya satu kelas, kelas parallel, dan antar kelas.
Kegiatan Ekstrakurikuler yaitu kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan. (Permendikbud No. 62 Tahun 2014).
Tujuan kegiatan ekstrakurikuler dilakukan untuk berbagi potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian akseptor didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional. Melalui kegiatan ekstrakurikuler akan terbangun nilai abjad akseptor didik spiritualitas, nasionalis, gotong royong, kemandirian dan integritas
Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas kegiatan ekstrakurikuler wajib dan pilihan. Kegiatan ekstrakurikuler wajib merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan wajib diikuti oleh seluruh akseptor didik, berbentuk pendidikan kepramukaan. Kegiatan ekstrakurikuler pilihan sebagaimana merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang dikembangkan dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan sesuai talenta dan minat akseptor didik, sanggup berbentuk latihan olah talenta dan latihan olah minat. Dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sekolah sanggup melakukan dengan dua pendekatan yaitu individual dimana kegiatan ekstrakurikuler diikuti oleh akseptor didik secara perorangan. Pendekatan kelompok dimana kegiatan ekstrakurikuler diikuti oleh akseptor didik secaraberkelompok misalnya satu kelas, kelas parallel, dan antar kelas.
B. Bentuk kegiatan Ekstra Kurikuler
Beberapa bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang sanggup dikembangkan disekolah:
1. Krida, kegiatan ini sanggup dikembangkan melalui kegiatan :
a. Kepramukaan (wajib bagi semua akseptor didik)
b. Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS),
c. Palang Merah Remaja (PMR),
d. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),
e. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya.
2. Karya ilmiah sanggup dikembangkan melalui :
a. Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR),
b. Kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik dengan training akseptor OSN
c. Penelitian, dan lainnya.
3. Latihan olah-bakat latihan olah-minat, misalnya:
a. Pengembangan talenta olahraga,
b. Pengembangan seni dan budaya,( seni tari, suara, lukis, pahat dan budaya setempat)
c. Pecinta alam, jurnalistik,
d. Teater, drumband
e. Teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya.
4 Bidang keagamaan, sanggup dikembangkan melalui kegiatan
a. Pesantren kilat
b. Pidato/ceramah keagamaan
c. Baca tulis Al Qur’an, Forum Annisah, Rohis, Rohkris dll.
d. Retreat.
5. Bentuk kegiatan sesuai dengan bakat, minat akseptor didik dan ketersediaan sarana sekolah.
a. Komputer
b. Otomotif / Bengkel
c. Klub Bikers
d. Wirausaha
e. Koperasi Siswa / Kopsis
f. Video Game, dll
C. Tahapan Pelaksanaan
Pengembangan aneka macam bentuk kegiatan ekstrakurikuler pilihan dilakukan dengan mengacu
pada prinsip partisipasi aktif dan menyenangkan dengan melalui tahapan:
pada prinsip partisipasi aktif dan menyenangkan dengan melalui tahapan:
1. Identifikasi kebutuhan, potensi, dan minat akseptor didik
2. Analisis sumber daya yang diharapkan untuk penyelenggaraannya
3. Pemenuhan kebutuhan sumber daya sesuai pilihan akseptor didik
4. Penyusunan aktivitas Kegiatan ekstrakurikuler
5. Penetapan bentuk kegiatan yang diselenggarakan.
D. Program Kegiatan Ekstrakurikuler
Agar pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sanggup terealisasi dengan baik sekolah harus menyusun aktivitas dan menunjuk penanggungjawab setiap kegiatan. Adapun aktivitas yang disusun sekurang-kurangnya mempunyai sistematika sebagai berikut:
Agar pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sanggup terealisasi dengan baik sekolah harus menyusun aktivitas dan menunjuk penanggungjawab setiap kegiatan. Adapun aktivitas yang disusun sekurang-kurangnya mempunyai sistematika sebagai berikut:
Cover
Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar isi
A. Rasional
B. Landasan Hukum
C. Tujuan Kegiatan
D. Ruang Lingkup
A. Jenis dan Deskripsi Kegiatan Ekstrakurikuler
B. Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler
C. Pendanaan Kegiatan Ekstrakurikuler
D. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ekstrakurikuler
A. Jadwal Kegiatan
B. Penanggung jawab kegiatan
LAMPIRAN – LAMPIRAN :
- Surat Keputusan Pengelola Kegiatan Ekstrakurikuler
Program yang disusun dilaksanakan oleh tim yang ditunjuk atau guru pembina, sesudah dilaksanakan masing-masing pembina menyusun laporan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sesuai binaannya yang ditanda tangani oleh kepala sekolah. Kepada guru pembina dihargal jam tatap muka untuk 1 (satu) Guru/ ekstrakurikuler/1 (satu) kegiatan/ ahad (paling sedikit 20 orang akseptor didik ) setara dengan 2 jam tatap muka (sesuai Permendikbud nomor 15 tahun 2018). Pada peraturan tersebut kiprah guru pembina dijabarkan sebagai berikut:
1. Menyusun aktivitas training ekstrakurikuler tertentu;
2. Melaksanakan training kegiatan ekstrakurikuler tertentu;
3. Melatih pribadi akseptor didik;
4. Mengevaluasi aktivitas ekstrakurikuler;
5. Melaksanakan kiprah lainnya yang berkaitan dengan training ekstrakurikuler;
6. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tertentu.
Penentuan kegiatan ekstrakurikuler harus diubahsuaikan dengan kondisi sekolah dan ketersediaan akomodasi dan sarana yang dibutuhkan. Oleh sebab itu kegiatan ekstrakurikuler harus secara sadar memperhatikan dan mengimplementasikan pendidikan abjad dalam perencanaan, pelaksanaan hingga dengan penilaiannya.
Baca juga : Langkah Penyusunan RKS
Kepala sekolah selaku pemimpin dan manajer harus menyadari sepenuhnya bahwa pada hakekatnya seluruh layanan kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan di sekolah dalam aneka macam bentuk, harus bermuara pada peningkatan kapasitas akseptor didik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Bahan Bacaan:
Kepala sekolah selaku pemimpin dan manajer harus menyadari sepenuhnya bahwa pada hakekatnya seluruh layanan kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan di sekolah dalam aneka macam bentuk, harus bermuara pada peningkatan kapasitas akseptor didik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Bahan Bacaan:
Hasibuan, Malayu SP. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Indonesia. 2013. Bahan Pembelajaran Diklat Calon Kepala Sekolah: Pemyusunan Rencana Kerja Sekolah/Madrasah
Permendikbud Nomor 15Tahun 2018 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, Dan Pengawas Sekolah
Belum ada Komentar untuk "✔ Mengelola Acara Ekstrakurikuler Di Sekolah"
Posting Komentar